Seedbacklink
BloggerHub

Belajar Sejarah Indonesia di Museum Pengkhianatan PKI

Museum Pengkhianatan PKI

Setelah Indonesia merdeka, kondisi negara kita tidak lantas langsung baik-baik saja. Banyak rintangan untuk memulai sebagai negara merdeka dari penjajahan dan rintangan itu datang baik dari internal maupun eksternal.

Salah satu rintangan internal di awal-awal negara kita merdeka adalah adanya pengkhianatan dari Partai Komunis Indonesia atau PKI, Puncaknya adalah Gerakan pada tanggal 30 September 1965 di mana mereka menculik para Jenderal Indonesia dan membunuhnya dengan cara yang kejam.

Gerakan PKI pada 30 September 1965 akhirnya dikenang sebagai salah satu masa kelam di negeri ini dan kita mengenalnya dengan sebutan G30S PKI. Bahkan negara membuat museum untuk mengenang sejarah kelam ini agar generasi muda mengetahui bagaimana awal-awal para pahlawan di negeri ini dalam menjaga kemerdekaan sampai harus berkorban nyawa sekalipun.

Museum Pengkhianatan G30S PKI

Sejarah tentang sepak terjang PKI di Indonesia diajarkan di sekolah melalui mata pelajaran Sejarah Indonesia. Di sekolah anak-anak belajar bagaimana berubahnya sosok DN Aidit yang awalnya adalah sosok salah satu sahabat Presiden Soekarno kemudian berubah menjadi salah satu pihak yang melawan segala kebijakannya.

Untuk lebih mengenal lebih dekat tentang sejarah pengkhianatan PKI ini sekolah tempat mengajar selama ini mengadakan outing class ke museum pengkhianatan PKI di Jakarta Timur. Anak-anak antusias sekali ketika mendengar rencana outing class ini, mereka bisa belajar di luar kelas ke tempat bersejarah yang menjadi saksi bisu kebrutalan PKI pada masanya.

Oh iya, disclaimer dulu nih. Program outing class sekolah kami ini diadakan tahun 2024 lalu dan baru terdokumentasikan di personal blog ini pada tahun 2025. Kalau tahun ini sepertinya kita tidak akan mengadakan acara serupa karena memang Gubernur baru di Jawa Barat telah melarang untuk kegiatan serupa ke luar provinsi dan kita sebagai warganya manut saja kalau seperti itu aturannya.

Perjalanan Menuju Museum Pengkhiatan PKI

Dari Sukabumi kami berangkat setelah salat subuh dengan menggunakan bus travel yang telah sekolah sewa sebelumnya. Sebenarnya kita ada 3 itinerary dalam outing class ini. Pertama ke Museum Bank Indonesia, kemudian ke Museum Seni Rupa dan Keramik, dan terakhir ke Museum Pengkhianatan PKI.

Untuk tujuan pertama kami datang ke wilayah Kota Tua terlebih dahulu untuk belajar tentang ilmu ekonomi di Museum Bank Indonesia dan juga belajar tentang Seni dan Prakarya di Museum Seni Rupa dan Keramik. Setelah itu selepas salat dzuhur barulah perjalanan dilanjutkan menuju museum Pengkhianatan PKI di Jakarta Timur.

Kita tiba di lokasi museum Pengkhianatan PKI sekitar jam 3 sore. Setelah melaksanakan kewajiban salat ashar dan beristirahat sejenak, barulah kami masuk ke lokasi museum.

Koleksi Diorama di Museum Pengkhianatan PKI

Koleksi di Museum Pengkhianatan PKI

Di dalam museum kita berkumpul dan diberi penjelasan oleh pemandu dari Museum sembari diperlihatkan koleksi-koleksi yang ada di sana, Ini serasa flash back ke zaman dulu ketika negara kita baru akan bangkit tertatih setelah memproklamirkan kemerdekaan.

Di dalam museum juga terdapat diorama yang menggambarkan kekejaman PKI dalam menyiksa dan membunuh para Jenderal Indonesia. Diorama sendiri adalah miniatur 3 dimensi yang ukurannya menyamai ukuran aslinya untuk menggambarkan suatu kejadian bersejarah dengan tujuan untuk mengedukasi.

Setidaknya ada 3 diorama di Museum Pengkhianatan PKI ini, yaitu:

1. Diorama Teror C'Mamat

C'Mamat adalah salah satu tokoh komunis di Indonesia yang sangat terkenal pada kisaran tahun 1926. Keberingasan C'Mamat dan pengikutnya adalah saat membunuh Bupati Lebak, Raden Hardiwinangun, dengan dibantu oleh Laskar Gulkut.

Sebelum melaksanakan eksekusinya terhadap Bupati Lebak pada saat itu, C'Mamat juga memprovokasi masyarakat agar tidak percaya terhadap pemerintah. Ia banyak dipercaya oleh masyarakat pada saat itu karena ia menjabat sebagai ketua Komite Nasional Indonesia Serang.

2. Diorama Ubel-ubel

Diorama Ubel-ubel menggambarkan kekejaman PKI di daerah Sepatan dan Tangerang. Pasukan PKI yang diberi nama Pasukan Ubel-ubel ini dipimpin oleh tokoh PKI yang bernama Usman.

Teror yang dilakukan Pasuka Ubel-ubel mulai dari merampok dan membunuh warga, memprovokasi masyarakat agar tidak percaya terhadap pemerintahan pusat, dan membubarkan pemerintahan mulai dari desa sampai kabupaten. Bahkan Agus Padmanegara yang saat itu menjadi Bupati Tangerang pun diambil alih kekuasaannya oleh kelompok pasukan Ubel-ubel ini.

Puncak kekejaman pasukan Ubel-ubel ini adalah saat membunuh tokoh nasional, Otto Iskandar Dinata pada tahun 1945, tepatnya pada tanggal 12 Desember. 

3. Diorama Peristiwa Tiga Daerah

Diorama ini dinamakan Peristiwa Tiga Daerah karena menggambarkan kejadian di Brebes, Tegal, dan Pekalongan beberapa bulan setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaan, yaitu pada tanggal 4 Nopember 1945. 

Setelah Indonesia merdeka, PKI menyusup ke organisasi masyarakat untuk melancarkan rencana dan aksi-aksinya. Contoh organisasi yang disusupi PKI saat itu seperti Angkatan Pemuda Indonesia (API) dan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI). Di organisasi ini para anggota PKI menghasut anggota lainnya untuk tidak percaya kepada pemerintah.

PKI yang menyusup ke AMRI setelah mendapat banyak dukungan kemudian menyerang dan membantai para pejabat pemerintahan. Namun aksi PKI ini tak selalu sukses 100%, oleh karena itu mereka membuat pasukan gabungan 3 daerah yang terdiri dari Brebes, Tegal, dan Pekalongan dengan harapan bisa menjadi lebih kuat dan solid dan juga dapat berhasil merebut kekuasaan, terutama di 3 daerah tersebut.   

Alamat dan Harga Tiket Masuk Museum Pengkhianatan PKI

museum Lubang Buaya

Museum Pengkhianatan PKI cocok kita jadikan tempat untuk wisata edukasi baik untuk anak-anak sekolah maupun keluarga. Untuk teman-teman yang tertarik datang ke museum ini bisa langsung datang ke alamatnya di:

Jalan Raya Pondok Gede RT 4/RW 12, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur

Untuk harga tiket masuknya sendiri karena kita datang membawa anak-anak sekolah sehingga tiketnya Rp. 3000., sedangkan untuk HTM umum harganya Rp. 5.000, Cukup murah meriah, ya.

Kalau teman-teman mau ke sini, diusahakan datangnya jangan terlalu kesorean kaya kita karena memang tutupnya pada jam 4 sore. Kalau bukanya mulai jam 10 pagi WIB, jadi better lebih pagi lebih bagus biar bisa lebih lama juga mengeksplorasi setiap tempat di museum pengkhianatan PKI ini.

Posting Komentar